Jasa SEO Jakarta Terbaik – Anda pernah mengalami kesulitan saat mengunggah file SVG ke WordPress? Hal ini terjadi karena WordPress sama sekali tidak mendukung format SVG. Di artikel ini, kami akan mengulas cara agar gambar dengan format SVG dapat ditambahkan ke WordPress. Selain itu, kami juga akan membahas apa itu SVG dan alasan menggunakannya.

Apa Itu SVG?

Scalable Vector Graphics atau SVG adalah format gambar vektor berbasis teks XML. Biasanya, gambar-gambar yang kita lihat di internet hadir dalam format, seperti JPG dan PNG. Kedua format ini dibuat dari sejumlah ‘kotak’ berukuran sangat kecil yang disebut piksel. Sedangkan format SVG bergantung pada XML markup untuk menggambarkan garis, bentuk, dan atribut gambar lainnya.

Meskipun sudah ada sejak tahun 90-an, SVG baru dikenal belakangan ini. Statistik yang dikeluarkan oleh W3Techs menunjukkan bahwa pada bulan April 2019, hanya 16.7% website yang menggunakan file SVG. Namun, persentase ini rupanya terus bertambah seiring developer dan pemilik website menginginkan loading yang cepat di website mereka (akan kami jelaskan di bagian berikutnya).

Keunggulan lain jika Anda memilih SVG adalah format ini didukung di banyak platform. Lihat saja bagaimana browser major, seperti Chrome, Firefox, Safari, dan Chrome untuk Android menggunakan file ini.

Hanya saja, jika saat ini Anda menggunakan IE8 atau versi Chrome dan Safari sebelum di-update, Anda mungkin akan mengalami beberapa kendala karena tiga browser tersebut tidak lagi mendukung file SVG. Seharusnya ini tidak jadi masalah karena sebagian besar orang tidak lagi sering menggunakan Internet Explorer (bahkan browser yang disebutkan tidak masuk dalam peringkat top 15 global browsers market share).
Mengapa Anda Harus Menggunakan File SVG?

Harus diakui bahwa masih banyak orang yang belum familiar dengan SVG karena format ini tidak dibuat serupa grafis berbasis piksel. Namun, bukan berarti Anda lantas tidak perlu menggunakannya, kan? File SVG punya banyak kegunaan untuk website Anda.

Alasan pertama mengapa menggunakan SVG adalah skalabilitas. Karena pada dasarnya SVG berbasis vektor, kualitas gambarnya akan tetap sama meskipun resolusi layar di tiap perangkat berbeda.

Gambar JPG akan terlihat buram atau kurang jelas di perangkat tertentu karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Namun, gambar SVG akan tetap terlihat tajam di semua jenis perangkat. Bahkan Anda bisa memperbesar (zoom in) dan memperkecil (zoom out) gambar sesuka hati tanpa khawatir kualitasnya akan ikut berkurang. Keunggulan ini sangat terasa ketika Anda hendak menawarkan user experience yang sama dan juga berkualitas tinggi kepada seluruh pengunjung website.

SVG juga diminati karena ukuran filenya yang kecil. Karena alasan inilah, ruang penyimpanan atau storage di web Anda tidak akan cepat ‘habis’. Selain itu, kecilnya ukuran format SVG juga memberi kesempatan bagi website untuk loading lebih cepat. Namun, ada satu kekurangannya – jika Anda membuat gambar yang sangat mendetail lalu mengubah atau mengonversikannya ke SVG, ukurannya akan lebih besar dari JPG, atau PNG, atau ketika keduanya digabungkan.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan ukuran file SVG bergantung pada kompleksitas gambar. Semakin mendetail suatu gambar, semakin besar ukuran filenya. Karena itulah, format SVG lebih cocok untuk gambar logo dan ikon. Jadi, bila Anda ingin menampilkan gambar beresolusi tinggi – seperti hasil foto – di situs, file JPG dan PNG lebih disarankan.

Keunggulan lainya dari SVG adalah format ini di-indeks oleh Google. Semua gambar yang dibuat dengan format ini akan muncul di halaman hasil Pencarian Gambar Google. Tentu saja hal ini akan membawa pengaruh positif untuk SEO di situs Anda, dengan menggunakan jasa seo indonesia optimaise.com