Tinggal Di Apartemen Ternyata Tak Selalu Mudah

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka semakin banyak penduduk yang membutuhkan hunian atau tempat tinggal yang pas dan cocok untuk ditempati bersama dengan anggota keluarganya. Permintaan akan tempat tinggal yang terus meningkat tersebut dibarengi dengan semakin sempitnya tanah yang kosong di kota-kota besar hampir seluruh Indonesia. oleh karena itu, melihat fenomena semakin sempitnya tanah yang akan dijadikan sebagai hunian, maka ada beberapa pihak yang akhirnya memutuskan untuk mengembangkan hunian yang mereka miliki menjadi bangunan menjulang ke atas. alhasil, kompleks-kompleks dalam bentuk bangunan apartemen kasamara residence pun kini telah menjamur di mana-mana bahkan seluruh sudut kota. Tipe dari rumah vertical ini pun juga sangat bervariasi. Jika yang kita tahu bahwa apartemen selalu menyajikan bangunan yang mewah dan mahal serta hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menempati, namun lain halnya dengan sekarang. Beragamnya tipe apartemen yang ditawarkan kepada masyarakat membuat banyak pihak bahkan seluruh kalangan masyarakat berkesempatan untuk tinggal atau pun membeli apartemen.

Secara nyata, memang ada beberapa keuntungan yang bisa dirasakan ketika kita tinggal di kasamara apartemen. Seluruh akses yang kita butuhkan untuk melakukan mobilitas sehari-hari pun bisa terjangkau dengan mudah. Mulai dari tempat di mana kita kerja, tempat nongkrong, atau tempat hiburan lainnya. Selain terlihat praktis, kemudahan tersebut sudah pasti akan mengefisiensi waktu serta tenaga kita bukan? di luar itu semua, ada beberapa hal yang penting untuk diketahui bagi Anda yang lebih suka tinggal di apartemen. Berikut akan kami rangkum secara gamblang.

Apartemen memang jauh lebih padat jika dibandingkan dengan rumah. Bisa dipastikan kamu akan merasakan bosan jika sering ketemu tembok

Orang lain di luar sana bisa jadi akan lebih bosan ketemu pacar. Akan tetapi, lain halnya dengan Anda yang tinggal di apartemen, sudah pasti akan cepat bosan karena yang sering ditemui adalah tembok. Seperti halnya dengan orang Indonesia pada umumnya, kita semua pasti kebanyakan tumbuh besar di rumah yang besar dan cukup untuk menaruh berbagai macam barang. Nah, jika sudah ketemu apartemen dan di usiamu yang cukup dewasa ini mengharuskan kamu untuk tinggal di apartemen, sudah pasti kamu akan kaget. Kemanapun langkah kaki melangkah, sudah pasti ruangan baru yang ditemukan. Maju satu langkah akan menemukan ruang tamu. Selanjutnya, geser sedikit ke kanan, yang ditemukan adalah dapur, geser ke kiri akan menemukan kamar mandi. Maju lagi ke depan sudah pasti yang ditemukan adalah kamar tidur. Terasa cukup sesak bukan?

Di lain sisi, kepadatan yang akan ditemukan di apartemen kasamara inilah yang akan mengindikasikan bahwa sesungguhnya kamu adalah orang yang menyukai kepraktisan. Tidak perlu membutuhkan banyak tenaga yang digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Bahkan, kamu juga akan lebih mudah menyimpan barang-barang yang dimiliki.

Jika sudah memutuskan diri untuk tinggal di apartemen, tingkat sosialisasi memang tidak sebaik ketika kita tinggal di rumah. Bahkan, sikap individual pun akan sangat kental terasa ketika kita memiliki tetangga di apartemen. Memang tidak mudah untuk mengakrabkan diri dengan tetangga apartemen. Terlebih lagi kita tidak memiliki halaman rumah untuk bertegur sapa dengan tetangga kita. bahkan jika masing-masing sibuk dengan kewajiban masing-masing pun bisa dipastikan kita tidak memiliki waktu untuk saling mengenal. Akan tetapi, untuk mengakrabkan diri memang membutuhkan usaha dari diri kita. kita bisa memupuk kebersamaan itu ketika sama-sama ketemu di lift atau bahkan ketika tak sengaja ketemu di bawah.

Jika diibaratkan tokoh dalam kartun yaitu doreamon yang memiliki pintu kemana saja, maka kita pun yang tinggal di apartemen sebenarnya juga memiliki pintu kemana saja yaitu lift. Lift merupakan bagian vital bagi seseorang yang tinggal di apartemen. Semakin tinggi lantai apartemen yang Anda tempati, maka semakin besar pula pengaruh lift dalam mobilitas di apartemen. Ketika ingin pergi kemanapun, sudah pasti Anda membutuhkan lift sebagai akses utamanya. Jika sudah demikian, kamu pun juga harus siap dan rela berbagi kesesakan dengan penghuni lift lainnya.

Saling berbagi lahan parkir merupakan kewajiban dari masing-maisng penghuni lift. Idealnya, memang harus ada lahan khusus yang memang dialokasikan untuk lahan parker bagi penghuni. Akan tetapi banyak penghuni yang memiliki kendaraan lebih dari satu. Maka dari itu, fenomena ini akan menuntutmu untuk cerdas dalam memarkirkan kendaraan. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya orang yang memang parker di apartemen dengan lahan yang benar-benar minimalis.

Itulah beberapa suka duka ketika kita tinggal di apartemen. Sebenarnya masih begitu banyak hal lain yang mesti dishare terkait dengan suka dukanya. Lalu, apa suka dukamu selama ini?