Jenis Pelatihan Pajak yang Paling Diminati

Pelatihan pajak yang paling diminati menjadi bahan atau topik yang tepat untuk diangkat dalam training pajak sehingga akan ada banyak orang yang tertarik mengikuti dan mendapatkan manfaat melalui training tersebut. Kewajiban perpajakan tidak bisa kita lakukan sembarangan begitu saja, melainkan kita harus tahu mengapa, untuk apa, dan bagaimana melakukan ketentuan pajak yang baik dan benar.

jenis pelatihan pajak

Jenis pelatihan pajak yang paling diminati

Pelatihan pajak di Jakarta ini berkaitan dengan peraturan, ketentuan, perhitungan, dan hal-hal penting yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan. Bagi Anda yang sudah pernah mengikuti pelatihan pajak pastinya tahu apa saja jenis pelatihan yang sering diadakan untuk memahami perpajakan dengan lebih baik.

Berbeda jenis pelatihan maka akan berbeda bahan yang diajarkan mulai dari hal-hal mendasar hingga menyeluruh. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda mengikuti kelas perpajakan dari paling bawah kemudian meningkat seiring bertambahnya pengetahuan perpajakan. Lantas apa saja jenis training pajak yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia?

  1. Brevet A

Brevet pajak tingkat A adalah tingkatan pelatihan atau kursus pajak yang membahas hal-hal dasar hingga ketentuan perpajakan atau pajak penghasilan OP (Orang Pribadi). Topik yang dibahas pada brevet A terdiri dari tatacara atau ketentuan umum perpajakan (KUP), BPHTB, PBB, Pajak Penghasilan (PPH) dari OP hingga Bea Materai.

  1. Brevet B

Brevet pajak tingkat B adalah tingkatan pelatihan atau kursus pajak yang membahas hal-hal dasar hingga ketentua perpajakan Perusahaan/ Badan. Materi yang biasa disampaikan antara lain Pemotongan dan Pemungutan (PPh Pot-Put) Pajak Penghasilan Pasal 21, Pasal 23, Pasal 25, Pasal 26, Pasal 15,Pasal 4 ayat (2) dan lainnya, Akuntansi Pajak, Pajak Nilai (PPN) baik 1111 ataupun 1107 PUT hingga Pajak Penghasilan PPh Badan.

  1. Brevet C

Brevet pajak tingkat C adalah tingkatan pelatihan atau kursus pajak yang membahas hal-hal menengah hingga lanjut pembahasan perpajakan internasional. Materi yang diberikan meliputi International Bank, Tax Planning, training pajak pph 21 dan Akuntansi Pajak.

Ketiga brevet di atas merupakan jenis pelatihan yang sangat diminati oleh masyarakat. Tidak sedikit orang yang memilih untuk menggabungkan dua brevet untuk lebih efisien, yakni brevet A dan B. Penggabungan program ini membuatnya hanya mengikuti dua program pelatihan yakni brevet AB dan C. Pada dasarnya, kita bebas untuk memilih apakah ingin mengikuti brevet AB dulu atau brevet C dulu, tergantung masing-masing orang dengan syarat khusus. Orang yang dapat mengambil brevet C secara langsung adalah mereka yang sudah memiliki pengetahuan mengenai pajak dengan cukup pendidikannya di sekolah atau universitas, tapi jika belum maka kita harus mengikuti brevet AB terlebih dulu baru kemudian brevet C.

Lantas apakah perbedaan brevet AB dengan brevet C pada pelatihan pajak? Perbedaan terletak pada bahasa yang digunakan. Brevet AB diadakan dalam bahasa Indonesia, sedangkan brevet C menggunakan bahasa internasional, yakni bahasa Inggris. Jadi, sebelum Anda mengikuti brevet C Anda bisa mempersiapkan diri untuk mendalami kemampuan bahasa Inggris lebih baik lagi agar informasi yang diberikan dalam pelatihan bisa tersampaikan dengan baik.

Apabila Anda belum pernah mengikuti kelas perpajakan sama sekali maka cari tahulah apa saja jenis kelasnya, apa yang dipelajari, apa yang perlu dipersiapkan dan lain sebagainya agar pemilihan kelas training tepat dengan kemampuan Anda. Pelatihan pajak di Jakarta sudah banyak dilakukan sehingga Anda bisa mencoba salah satunya, contohnya training pajak yang diselenggarakan oleh Sinergi Solusi Bisnis. Untuk lebih jelasnya silahkan cek melalui https://solusibisnis.co.id

Leave a Reply