Arena Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) kembali di gelar th. ini, persisnya di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dari 7 sampai 8 April 2018. Macam product otomotif dari sisa sampai baru di jual disini. Sesuai sama nama acara, satu diantara product sebagai keunikan yaitu aksesories serta suku cadang motor serta mobil jadul. Rata-rata dijajakan dengan jenis lapak.

Hingga calon konsumen mesti jongkok waktu pilih barang yang di cari. Tidak cuma aksesories serta suku cadang, pengunjung juga memiliki kesempatan beli motor sisa dari beragam generasi serta segmen. Satu diantaranya bebek bermesin 2-Tak yang sempat popular di masa 1990-an sampai awal 2000-an. Di Parjo 2018, motor type ini bisa diketemukan di stan Greenseta.

Satu diantara Yamaha F1ZR lansiran 2001 yang barusan laris terjual di stan Greenseta, waktu penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018). Satu diantara Yamaha F1ZR lansiran 2001 yang barusan laris terjual di stan Greenseta, waktu penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018). (Kompas. com/Alsadad Rudi) Di stan ini, dipamerkan sebagian motor bebek 2-Tak siap jual, yaitu Yamaha F1ZR, Yamaha 125Z, Yamaha Sigma-E sampai Suzuki 120R.

Semuanya terpantau dalam keadaan mulus. Pada penyelenggaraan hari pertama Parjo 2018, Sabtu (7/4/2018), ada satu diantara unit F1ZR lansiran 2001 yang laris Rp 30 juta. Yang memiliki Greenseta, Ari Seta menjelaskan, konsumen yaitu warga Depok yang datang spesial untuk mencari motor incarannya itu.

” Terlebih dulu dia telah saksikan di IG kita, selalu barusan dia datang kesini untuk bebrapa saksikan. Cocok diliat pas, segera bayar uang muka. Besok pelunasan, motor diantar ke tempat tinggal, ” kata Ari  Satu diantara type bebek bermesin tegak ini laris Rp 25 juta. Menurut Ari, beberapa konsumennya yaitu mereka yang miliki pengalaman historis dengan motor-motor itu.

” Ada yang dahulu tidak kesampaian beli, ada yang sempat kecelakaan dengan motornya itu, sama ada yang sempat jual motornya buat modal usaha. Saat ini demikian berhasil, dia ingin beli sekali lagi motor yang sama, ” ucap Ari. Satu diantara Yamaha 125Z lansiran 2001 yang di jual di stan Greenseta, waktu penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).

Satu diantara Yamaha 125Z lansiran 2001 yang di jual di stan Greenseta, waktu penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).  Parjo 2018 masih tetap tersisa sehari, persisnya pada Minggu (8/4/2018). Di stan Greenseta, masih tetap terdapat banyak unit bebek 2-Tak yang belum juga terjual, seperti Yamaha 125Z lansiran 2001 yang di buka dengan harga Rp 42 juta. Ada juga Satria 120R lansiran 2001 yang di buka dengan harga Rp 25 juta, serta Yamaha Sigma-E lansiran 1998 yang di buka di harga Rp 15 juta. Semuanya bukanlah harga baku serta masih tetap dapat nego oleh calon konsumen.

Leave a Reply